BEP dan Analisa Aliran Kas

BEP (Break Event Point)
BEP adalah suatu keadaan yang tidak memperoleh laba dan tidak menderita rugi. Dengan kata lain, suatu usaha dinyatakan impas jika jumlah pendapatan = biaya atau apabila laba kontribusi hanya dapat digunakan untuk menutup biaya tetap saja.
Contoh soal :
PT. EP memproduksi suatu produk. Berikut ini merupakan laporan L/R tahun 2010
Pendapatan penjualan (1000 x Rp. 172.000) Rp. 172.000.000
Biaya Variable
Pers. Awal Rp. 2.500.000
Biaya Prod. Variable Rp. 27.500.000
Rp. 30.000.000
Persediaan Akhir (Rp. 5.000.000)
Rp. 25.000.000
Biaya non prod. Variable
Biaya pemasaran variable Rp. 8.000.000
Biaya adm&umum variable Rp. 10.000.000
Jumlah biaya variable (Rp. 43.000.000)
Laba kontribusi Rp. 129.000.000
Biaya tetap
Bop tetap Rp. 37.400.000
Biaya pemasaran tetap Rp. 15.000.000
Biaya adm&umum tetap Rp. 25.000.000
Jumlah biaya tetap (Rp. 77.400.000)
Laba bersih Rp. 51.600.000

Hitunglah berapa BEP (Rp) dan BEP (kuantitas) !
Jawab :
Rasio MC : Rp. 129.000.000 / Rp. 172.000.000 = 75%
BEP (Rp) : Rp. 77.400.000 / 75% = Rp. 103.200.000
BEP (kuantitas) : Rp. 77.400.000 / (Rp. 172.000 – Rp. 43.000) = 600 kg

ALIRAN KAS
Laporan aliran kas adalah pengganti laporan sumber dan penggunaan dana sesuai dengan keperluan pelaporan keuangan tahunan, yang melaporkan aliran kas masuk dan aliran kas keluar suatu perusahaan selama suatu periode akuntansi tertentu.
Perubahan kas digolongkan melalui 3 golongan kegiatan, yaitu kegiatan operasi, investasi, dan pembelanjaan.
1. Aliran kas yang berasal dari kegiatan operasi adalah aliran kas dari transaksi-transaksi yang termasuk dalam penentuan laba bersih
a. Aliran kas masuk dari kegiatan operasi, misalnya :
– Penjualan barang dan jasa secara tunai
– Pendapatan bunga dari piutang kepada debitur
b. Aliran kas keluar dari kegiatan operasi, misalnya :
– Pembayaran kepada pemasok untuk pengadaan sediaan
– Pembayaran bunga utang kepada kreditur
– Pembayaran kepada para karyawan untuk jasa yang telah diterima perusahaan
– Pembayaran pajak kepada pemerintah
2. Aliran kas yang berasal dari kegiatan investasi adalah aliran kas dari transaksi pembelian dan penjualan sekuritas utang, sekuritas ekuitas, dan aktiva tetap.
a. Aliran kas masuk dari kegiatan investasi :
– Penerimaan kas dari penjualan aktiva tetap
– Penjualan investasi jangka panjang dalam bentuk obligasi atau sekuritas ekuitas perusahaan lain
b. Aliran kas keluar dari kegiatan investasi :
– Pembayaran pembelian aktiva tetap
– Pembayaran pembelian investasi jangka panjang dalam bentuk obligasi atau sekuritas ekuitas perusahaan lain
3. Aliran kas yang berasal dari kegiatan pembelanjaan adalah aliran kas dari transaksi utang dan ekuitas yang meliputi perolehan modal dari pemilik dan pemberian return untuk investasi mereka, dan peminjaman uang dari kreditur dan pembayaran untuk penyelesaian utang kepada mereka.
a. Aliran kas masuk dari kegiatan pembelanjaan
– Penerimaan kas dari pengadaan utang
– Penerimaan kas dari penjualan sekuritas ekuitas yang diterbitkan perusahaan
b. Aliran kas keluar dari kegiatan pembelanjaan
– Pembayaran kembali pokok utang
– Pembelian kembali sekuritas ekuitas yang diterbitkan perusahaan, dari para pemegang saham
– Pembayaran deviden kas kepada para pemegang saham

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: