sekilas tentang dunia perbankan

  1. A. Sekilas tantang Dunia Perbankan

Lembaga keuangan pada umumnya dan lembaga perbankan pada khususnya merupakan hasil evolusi yang telah menelan waktu berpuluh abad. Peninggalan lemengn-lemengan tanah liat di reruntuhan bangunan-bangunan kuno di Negara babylonia yang berasal dari tahun 2000 sebelum masehi menunjukkan bahwa pada waktu itu telah beroperasi lembaga-lembaga keuangan yang menyerupai bank-bank tabungan. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pada abad ke 9 SM mereka telah menggunakan surat tanda tagihan berbentuk promes dan cek. Dalam abad ke 6 SM mereka telah menggunakan kredit hipotik.

Pada zaman kota-kota dagang venice dan florence berkembang, kembali banyak meninggalkan benda-benda sejarah di bidang perbankan. Sebuah bank umum yang pertama didirikan di venice pada tahun 1587. polanya banyak ditiru oleh bank yang didirikan di amsterdam pada tahun 1609 dan di hamburg pada tahun 1618. warkat dan promes yang sekarang banyak digunakan merupakan warisan asli peradaban dari masa tersebut yang telah mengalami proses-proses penyempurnaan.

Bukti bahwa dunia perbankan indonesia telah berkiprah lebih dari 160 tahun adalah didirikannya bank sentral pada zaman penjajahan belanda dengan nama de javasche bank pada tanggal 10 oktober 1827.

  1. B. Bank sebagai lembaga perantara keuangan

Lembaga keuangan meliputi semua badan yang melalui kegiatan-kegiatannya di bidang keuangan menarik uang dari sektor riil perekonomian, yang untuk kemudian menyalurkannya kembali ke sektor riil lagi. Bank merupakan lembaga keuangan karena bertindak sebagai penghubung antara pelaku ekonomi yang satu dengan pelaku ekonomi yang lain di sektor riil yang menginginkan untuk mendefisitkan anggaran belanjanya ataupun menginginkan surplus pada anggaran belanjanya.ikut diputarkan guna memperoleh tambahan penghasilan. Lembaga keuangan memiliki 3 fungsi umum, yaitu :

  1. memasok dana pinjaman bagi para peminjam yang bonafid
    1. mengurangi resiko bagi para pemilik dana yang menginginkan kelebihan dana yang dimilikinya dapat ikut diputarkan dalam kegiatan usaha
    2. meningkatkan likuiditas perekonomian tanpa mengurangi jaminan likuiditas para pemilik surat tagihan

Bank sebagai lembaga perantara keuangan, berfungsi menyalurkan dana dari para penabung ke para peminjam. Tanpa adanya perantara, penabung harus langsung meminjmkan dana mereka kepada orang lain yang memerlukan. Risiko tidak terbayarnya kembali pokok pinjaman bserta bunganya, dalam hal ini dengan sendirinya sepenuhnya ditanggung oleh para penabung itu sendiri. Tetapi dengan adanya perantara, yaitu bank. Maka bank yang akan melaksanakan pemberian kredit kepada pihak-pihak yang membutuhkan. Kalau debitur tidak melaksanakan kewajiban membayar bunga dan bahkan pokok pinjamannya sekalipun, maka selama bank masih ada atau tidak jatuh pailit, penabung sepenuhnya masih akan memperoleh kembali pokok pinjaman beserta bunga yang menjadi haknya secara penuh.

Menurunnnya risiko kerugian yang ditanggung oleh penabung akan menurun lebih rendah lagi sebagai akibat lebih profesionalnya bank dalam menangani pemberian kredit kpada pihak-pihak yang membutuhkan. Mengenai fungsinya yang menyangjut masalah likuiditas, dapat dikatakan bahwa bank dapat meningkatkan likuiditas dalam perekonomian tanpa harus mengurangi tingkat likuiditas dari pihak-pihak penabung. Berlakunya hukum angka besar (the law of large number) memungkinkan bank menerbitkan surat tagihan / klaim melebihi jumlah dana milik penabung yang disimpan di bank dalam bentuk giro, deposito berjangka dan tabungan.

  1. Bank sebagai Lembaga Moneter

Peranan bank sebagai lembaga yang ikut berfungsi menciptakan uang. Dengan memiliki kemampuan ikut menciptakan uang dengan jumlah yang sangat berarti, para teknokrat dan para pemikir ekonomi sepakat untuk menganggap bank sebagai lembaga moneter. Terutama melalui lembaga perbankan itulah pengaruh kebijakan-kebijakan moneter bank indonesia selaku bank sentral disalurkan ke dalam perekonomian. Apabila pemerintah menganggap perlu mengurangi atau menambah laju pertumbuhan jumlah uang yang beredar maka kebijakan-kebijakan uang ketat atau uang longgar dalam bentuk peningkatan atau penurunan legal rserve ratio, peningkatan atau penurunan rediscount rate, open market selling atau open market buying, melalui moral suasion arau melalui cara-cara lainnya akan diambil oleh bank indonesia. Dengan adanya kebijakan-kebijakan tersebut, dengan mendasarkan pada kepentingan bisnis mereka sendiri akan memberikan reaksi dalam bentuk penurunan atau peningkatan saldo giral para nasabahnya. Dengan cara seperti inilah jumlah uang yang beredar dalam masyarakat menurun atau meningkat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: