rasa itu…
yang kurasakam padamu…
smakin lama smakin menghilang
dibawa bayang-bayang keraguanmu
dulu kau slalu menyambut datangnya pagi
yang membuatku teringat akan mentari
yang slalu tersenyum mentapa diriku
tapi kini…
smua itu tlah hilang, lenyap begitu saja
kau tlah pergi meninggalkanku
seakan semua yang tlah terjadi
menghilang tanpa memikirkan nasib diriku
seakan langitpun mendung…
seakan mentari yang dulu slalu menyambutku…
tlah tenggelam dibawa sinar rembulan malam…
sekan dunia tertawa…
menatap diriku yang semakin lama semakin rapuh…
dimanakah mentari yang dulu
slalu menyambutku dan tersenyum padaku…
mungkinkah ku takkan pernah lagi
merasakan mentari yang dulu slalu menghangati tubuh yang tlah rapuh ini
seakan mentari itu tlah berganti menjadi duri yang tlah menyayat hatiku ini
dan membekaskan sebuah luka
yang membuatku terhanyut dalam keterpurukan…
andai saja mentari itu datang menyambutku kembali
ku kan tersenyum kembali mentap wajahmu…
meskipun kau tlah membekaskan luka sayatan di hatiku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: